ALICE'S WONDERLAND

Translate

Tampilkan postingan dengan label Paranormal Fantasy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paranormal Fantasy. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 12, 2013

Books "THE NIGHT CIRCUS"

Judul Asli : THE NIGHT CIRCUS
by Erin Morgenstern
Copyright © 2011 by Night Circus, LLC.
Penerbit Mizan Fantasi
Alih Bahasa : Berliani Mantili Nugrahani
Editor : Prisca Primasari
Proofreader : Emi Kusmiati
Desain Sampul : Windu Tampan
Cetakan I : Januari 2013 ; 612 hlm
Rate : 4 of 5

First of all, I don’t know how to write this review, my mind still wondering around beyond imagination. This story not only full with magic but also so sad – and yet so wonderful. The beauties and the weirdness are together, gave such remarkable scenery. I never felt such overwhelmed within each words that written really beautiful, simple but meaningful. Ok, enough with all of this, let me try to gather myself and begin the reviews ...

Kisah dimulai dengan pembukaan sebuah Sirkus yang cukup unik, karena keberadaannya tidak menentu, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa ada pertanda sebelumnya. Ia bisa suatu saat muncul di lapangan dekat kediaman-mu, namun beberapa hari kemudian lenyap tanpa jejak. Dan Sirkus ini hanya terbuka untuk umum menjelang senja hari hingga menjelang matahari terbit. Tiada seorang pun yang mengetahui latar belakang Sirkus ini, hanya namanya yang sangat dikenal oleh para penggemar dan kalangan pecinta dunia penuh fantasi dan keajaiban __ ia disebut dengan Le Cirque des Rêves (The Circus of Dreams).

Jumat, November 23, 2012

Books "VACATIONS FROM HELL"



Books “LIBURAN DARI NERAKA”
Judul Asli : VACATIONS FROM HELL
“Cruisin” copyright © 2009 by Sarah Mlynowski
“I Don’t Like Your Girlfriend” copyright © 2009 by Amy Vincent / Claudia Gray
“The Law of Suspects” copyright © 2009 by Maureen Johnson
“The Mirror House” copyright © 2009 by Cassandra Claire, LLC
“Nowhere Is Safe” copyright © 2009 by Libba Bray
Translation copyright © 2012 by PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Shandy Tan
Editor : Primadonna Angela
Desain Sampul : Eduard Iwan Mangopang
Cetakan I : November 2012 ; 288 hlm 
Rate : 3 of 5

Jika ada yang pernah mengatakan tentang ‘selalu mengulang kesalahan yang sama’ – maka untuk kasus ini bisa jadi merupakan contoh seperti itu, karena sekali lagi diriku mencoba untuk membaca jenis cerita yang biasanya justru membuatku kecewa dan mengomel panjang-lebar. Namun dengan berusaha tetap berpikiran positif, kali ini kucoba sekali lagi membaca kumpulan kisah dari Neraka ini, apalagi para penulisnya termasuk lumayan bagus dalam menghasilkan karya-karyanya, sepanjang pengetahuanku. 

[ Sarah Mlynowski ]
Maka dimulailah kembali petualanganku dengan berbagai kisah paranormal-romance ini. Dibuka dengan ‘Cruisin’ (Vampir Kapal Pesiar), tanpa sempat memperhatikan lebih jelas judul yang tertera, kisah ini cukup menarik. Tentang 2 orang remaja putri yang berlibur di atas kapal pesiar. Tipikal 2 orang sahabat yang bertolak-belakang, Liz yang cantik, menarik, mudah bergaul, sedang Kristin kikuk, selalu ragu-ragu, dan masih perawan. Misi mereka adalah bagaimana membuat Kristin berhasil ‘menjerat’ pria pilihan yang akan membuatnya kehilangan keperawanannya. Pertemuan mereka dengan gadis bernama Hannah, membawa merek ke petualangan mencari pria yang tepat diantara isu-isu serangan vampir yang membuat beberapa orang menghilang di atas kapal pesiar. Kisah ini lumayan menarik dengan kejutan mendekati endingnya. Judul aslinya sungguh tepat, sedangkan terjemahannya sedikit mengurangi efek kejutan yang ada dalam kisah ini. Kuberi bintang 3 untuk kisah ini.

Kamis, Oktober 18, 2012

Books "PROM NIGHTS FROM HELL"



Judul Asli : PROM NIGHTS FROM HELL
“The Exterminator’s Daughter” copyright © 2007 by Meg Cabot LLC
“The Corsage” copyright © 2007 by Lauren Myracle
“Madison Avery and the Dim Reaper” copyright © 2007 by Kim Harrison
“Kiss and Tell” copyright © 2007 by Michele Jaffe
“Hell on Earth” copyright © 2007 by Stephenie Meyer
Translation copyright © 2012 by PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Shandy Tan
Editor : Primadonna Angela
Cetakan I : Agustus 2012 ; 312 hlm 
Rate : 3 of 5

Terus terang keinginan membaca buku ini sudah padam lebih dulu, gara-gara selesai membaca Kisses From Hell yang  juga merupakan antologi para penulis, namun karena sudah ada diantara tumpukan, akhirnya kumulai saja membuka halaman pertama, dengan harapan semoga tidak terlalu mengecewakan ...

[ source ]
Kisah pertama The Exterminator’s Daughter’ (Putri Sang  Pembantai), membuatku teringat dengan Terminator gara-gara judulnya, tapi setelah membaca, kisahnya justru mirip Buffy The Vampire’s Slayer, walau tokoh utamanya tidak sekuat dan seheroik Buffy. Mary putri seorang slayer yang mencari-cari kesempatan membalas dendam kepada Dracula, akhirnya menemui jalan lewat putra Dracula, Sebastian Drake yang sedang memikat Lila – sahabat Mary sebagai mangsanya. Rencana pembunuhan itu mengalami bencana akibat campur tangan Teddy Hancock – mantan pacar Lila, serta sahabatnya Adam Blum. Maka terbentuklah konspirasi baru guna mengalahkan Sebastian Drake. Tema serta idenya bukan sesuatu yang baru, beberapa hal sudah bisa ditebak bagaimana endingnya, namun Meg Cabot mampu menyajikannya dengan lumayan manis. [ Kuberi bintang 2,5 ]

Kisah kedua ‘The Corsage’ (Korsase), tentang 3 remaja, Frankie, Yun Sun dan Will, yang iseng-iseng berkonsultasi kepada Madame Zanzibar, sang peramal ulung. Sebagaimana tingkah laku remaja pada umumnya, mereka tak berpikir panjang dalam meminta ‘saran’ Madame Zanzibar. Terutama Frankie, karakter cewek yang kurang ajar, seenaknya sendiri, pikirannya yang berpusat pada dirinya sendiri (benar-benar karakter yang menyebalkan). Meski diberi saran serta nasehat penting, semuanya masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Alhasil petaka yang terjadi akibat 3 permintaan yang ia ajukan pada sebuah korsase ajaib yang diminta dengan paksa dari tempat Madame Zanzibar. Penulis mengingatkan bahwa ide kisah ini diambil dari ‘The Monkey’s Paw’ karya W.W. Jacobs (1902), sebuah kisah yang mencekam. Namun kisah ini justru mengingatkan diriku akan kisah ‘Days Living of The Dead’ – menjadikan kisah kedua ini lumayan ‘spooky’ : beware of what you wish for !!! [ Untuk ide tidak terlalu orisinil, tapi ketegangan yang dibentuk cukup menarik. Rencana mau kuberi bintang 3, tapi karakter Frankie ini sungguh menjengkelkan, kuberi bintang 2,5. ]

Jumat, Oktober 12, 2012

Books "KISSES FROM HELL"



Judul Asli : KISSES FROM HELL
“Sunshine” copyright © 2010 by Richelle Mead
“Bring Me to Life” copyright © 2010 by Alyson Noël
“Alone” copyright © 2010 by Kristin Cast
“Hunting Kat” copyright © 2010 by Kelley Armstrong
“Lilith” copyright © 2010 by Francesca Lia Block
Translation copyright © 2012 by PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Fanny Yuanita
Editor : Primadonna Angela
Cetakan I : Oktober 2012 ; 264 hlm 

[ source ]
Semenjak demam ‘Twilight Saga’ karya Stephenie Meyer melanda dunia termasuk Indonesia, mulai marak bermunculan berbagai kisah petualangan vampir dengan manusia. Bukan hanya berupa novel maupun serial, tetapi juga antologi atau kumpulan cerita pendek karya berbagai penulis. ‘Kisses from Hell’ juga contoh hasil keroyokan para penulis genre YA yang terkenal lewat serial Vampir atau Immortal-nya. Sebagai salah satu pembaca yang tak terlalu menyukai cerpen (alasannya ? karena ceritanya terlalu pendek, seringkali penulis yang tak terbiasa justru terjebak dalam ide dan plot cerita yang hasilnya justru mengecewakan alias kurang berbobot), ada sekelumit keraguan, apakah kemampuan para penulis ternama ini mampu memberikan bobot yang sama kualitasnya dalam bentuk cerpen ?

[ source ]
Dibuka dengan ‘Sunshine’ (Cahaya Matahari) tentang bangsa Moroi – klan vampir tertua yang sudah langka melawan bangsa Strigoi – vampir ganas yang berwujud mayat hidup. Kisah yang berpusat pada kehidupan Eric Dragomir, salah satu keluarga bangsawan tertua, dituntut melanjutkan garis keturunan melalui hubungan dengan Emma Drozdov, yang juga merupakan keturunan bangsawan. Anehnya Eric justru tertarik pada Rhea Daniels – gadis yang berdarah campuran atau setengah ningrat. Dengan ide awal yang menarik, tentunya diriku berharap mendapat kejutan serta konflik yang meningkat, sebagaimana kisah Vampire Academy karya Richelle Mead. Alih-alih kisah ini cukup datar dengan meminjam ketenaran nama Kaum Moroi, Strigoi dan Dragomir, bahkan endingnya cukup klise bak kisah roman biasa.

Kemudian masuk ‘Bring Me to Life’ (Bangkitkan Aku Kembali) yang berkisah petualangan Danika Kavanaugh, gadis asal Amerika yang memperoleh beasiswa Sunderland Manor di Inggris untuk mengikuti pelajaran seni melukis tingkat tinggi. Kisah ini mengingatkan sedikit akan Dorian Gray karya Oscar Wilde, tentang kemampuan melukis untuk menghidupkan sesuatu yang telah mati. Sekali lagi ide yang sangat menarik, tetapi sampai ending pun, tiada kesan khusus yang kudapat.