Judul Asli : THE WITCH’S GUIDE TO
COOKING WITH CHILDREN
Copyright © 2009 by Keith McGowan
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Tanti Lesmana
Desain Cover
by eMTe
Cetakan I : Juni 202 ; 192 hlm
... perempuan tua itu menggeleng dan berkata, “Wah, anak-anak tersayang, siapa yang membawa kalian kemari ? Masuklah dan tinggalah bersamaku, kaluan akan aman dari marabahaya.” Diraihnya tangan kedua anak itu dan dibimbingnya mereka masuk ke pondoknya.... Hansel dan Gretel membaringkan badan dan mengira mereka berada di surga.Tetapi perempuan tua itu hanya berpura-pura baik hati. Sesungguhnya dia itu penyihir jahat. Dia suka mengadang anak-anak kecil dan rumah dari roti itu sengaja dibuatnya untuk memancing mereka. Begitu mereka jatuh ke dalam perangkapnya, habislah mereka dimasak dan dimakannya, dan baginya ini menjadi liburan yang sungguh menyenangkan.( from “Hansel und Gretel” by Jacob Grimm & Wilhelm Grimm ; at script found on 1857 )
Solomon ‘Sol’ Blink 11 tahun, dan Constance ‘Connie’ Blink 8 tahun, dua
kakak-beradik yang baru pindah ke kota Schoneberg. Ibu mereka seorang ilmuwan
yang meninggal saat meneliti tentang bongkahan es di Antartika. Dan kini mereka
tinggal dengan sang ayah Mr. Blink, yang menikah kembali dengan ibu tiri
mereka, Mrs. Blink. Jika melihat keduanya, seringkali orang salah menebak, Sol
pemuda yang pendiam, suka meneliti dan membuat penemuan dan memanjangkan
rambutnya hingga sebahu. Sedangkan Connie berambut sangat pendek dan tak pernah
bisa diam sejenak, ada saja yang harus dilakukan demi memuaskan rasa ingin
tahunya yang besar ( maka tidak bisa disalahkan jika banyak mengira Sol seorang
gadis dan Connie bocah laki-laki yang nakal :D )
Kedatangan mereka di kota kecil itu langsung disambut oleh tetangga sebelah
rumah, seorang nenek yang tampak lembut bernama Fay Holaderry dengan anjingnya
yang lincah Swift. Dan pada pertemuan pertama mereka, Swift menggondol sebuah
tulang, tentunya biasa bagi seekor anjing menggigiti sepotong tulang khan ?
Tapi Sol yang cermat dalam pengawasannya, melihat sebuah kejanggalan pada
tulang tersebut. Untuk mengetahui secara pasti, Sol pergi ke perpustakaan untuk
mencari informasi. Ternyata kecurigaannya benar, tulang yang dilihatnya dalam
gigitan Swift adalah ‘tulang-femur’ manusia !!
Pertanyaan yang timbul di benak kedua anak ini, siapakah si nenek tua
tetangga baru mereka ini ? Apakah ia hanya sekedar nenek biasa yang kebetulan
punya anjing yang suka menggali kuburan hingga menemukan tulang manusia ?
Ataukah sang nenek punya semacam museum yang menyimpan organ-organ anatomi
manusia termasuk tulang-belulang ? Atau yang lebih mengerikan, ia adalah
seorang penyihir yang suka memakan manusia ? Semua pertanyaan ini hanya bisa
terjawab jika mereka mampu masuk ke
dalam rumahnya dan menyelidiki secara langsung !!!
Kesan :
Penggambaran tentang kisah klasik Hansel & Gretel memicu rasa penasaranku, apakah kisah
ini merupakan remake dari kisah klasik tersebut ataukah dibuat sebuah ‘twist’
yang sangat berbeda ? Sekali lagi pengharapan yang terlalu ‘besar’ akan kisah
yang bakal mengundang daya tarik tersendiri, justru sedikit demi sedikit kandas
dalam menelusuri halaman demi halaman.
Dimulai dengan pembukaan yang menarik, anak-anak kecil, tetangga seorang
nenek yang ternyata penyihir berusia ribuan abad yang suka memasak anak-anak
menjadi penganan lezat, orang tua gadungan, makhluk-makhluk pelayan sang
penyihir yang mampu menyamar menjadi siapa saja, terutama bermanfaat saat
menculik atau membawa paket anak-anak yang ‘diserahkan’ kepada sang penyihir...
tentunya dengan semua ‘bahan’ ini akan menjadi sebuah kisah yang sangat menarik
---setidaknya demikianlah pemikiranku.
I love children. Eating them, that is.
I’ve eaten quite a few children over the centuries. You may wonder where I get them all. The answer is: I get them the traditional way. From parents, of course.
You’d be amazed how many parents have shown up at my hideaway with their children in tow. Or written to me on their best stationery, requesting that I take their children, “pretty please!” One group even rented a helicopter to find me and hand their children over. Daughters and sons they couldn’t stand one second longer.
If only children knew.
Yang terjadi adalah kisah sudah tersusun dengan rapi, karakter demi karakter
menggugah rasa ingin tahu, ketegangan memuncak, rahasia kelam akan terungkap,
namun setelah mencapai pertengahan menuju ending, kok hanya begini
penyelesaiannya ? (that’s what I’m thinking over and over). Apa yang terjadi
pada penyihir baik hati yang memberikan petunjuk pada kedua bersaudara ini ?
Bagaimana nasib kedua orang tua Sol dan Connie, apakah mereka benar-benar sudah
meninggal ? Lalu sang penyihir Fay Holaderry dan anjingnya Swift, apakah mereka
hanya melepas kepergian Sol dan Connie tanpa membalas perlakuan mereka ? So
many questions running through my head at the ending of the stories, and I hate
it when there’s questions without answers ...

Meski buku ini mendapat berbagai penghargaan dan disukai serta disarankan
sebagai bacaan untuk anak-anak (young readers), tetap ada sebagian rasa
penasaran dan ketidak-puasan dalam diriku. Well, mungkin tuntutanku terlampaui
tinggi untuk ukuran bacaan anak-anak. Yang jelas, kisah ini mengambil adaptasi
karya Grimm bersaudara dengan memberikan kesan kelam namun tidak terlalu
menakutkan bagi anak-anak. Yang jelas, diriku suka sekali dengan ilustrasi yang
dibuat oleh Yoko Tanaka (^_^).
Tentang Penulis :
Keith McGowan menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan menjadi pendidik.
Dia membantu mengelola sebuah program ekstrakurikuler sekolah dasar, menjadi
guru relawan selama setahun di Haiti, dan mengajar anak-anak yang tidak bisa
hadir fuul time di sekolah. Keith yang senang bepergian ini, mulai menulis The
Witch’s Guide to Cooking with Children di Himachal Pradesh, India, sambil
menerawangi pegunungan Himalaya, kemudian menerskannya di Boston, New Orleans,
dan Chicago, dan Vienna, Austria, tempat dia bermukim saat ini bersama istrinya.
Ini adala novel anak-anak pertamanya.
Info selengkapnya tentang Keith McGowan beserta karya-karyanya silahkan
berkunjung ke situs resminya di : www.keithbooks.com
Best Regards,
* Hobby Buku *
Padahal aku tertarik sama covernya.. kapan kapan coba beli ah :D
BalasHapus