ALICE'S WONDERLAND

Translate

Rabu, Januari 11, 2012

Books "CATCHING FIRE"



Judul Buku : Book 2 – CATCHING FIRE ( from The Hunger Games Trilogy )
Penulis : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Hetih Rusli
Cetakan I : Juli 2010 ; 424 hlm

Sinopsis :
Katnis Everdeen dan Peeta Mellark keluar sebagai pemenang Hunger Games ke-74. Kemenangan mereka disambut meriah karena baru pertama kali 2 orang sekaligus sebagai pemenang dan Distrik 12 yang dianggap Distrik termiskin, kali ini menikmati hasil kemenangan mereka dengan turunnya berbagai sumbangan makanan dan lain-lain. Sebagai pemenang dan mentor, Katnis, Peeta dan Haymitch memperoleh fasillitas tinggal di pemukiman baru, Pemukiman khusus untuk para Pemenang yang dibangaun di Distrik 12. Namun mereka sadar bahwa semua perayaan yang sedang berlangsung, tidak dapat menghapus luka-luka hati serta fisik yang mereka alami selama Hunger Games. Peeta kehilangan sebelah kakinya, Katnis masih dapat membayangkan pengorbanan kematian Rue dari Distrik 11, sekutunya yang disayanginya karena mengingatkan dirinya akan Prim – adiknya. Serta setiap peserta dari Distrik lain yang tewas, menyisakan mereka berdua yang tersisa.

Namun bagi mereka berdua, Katnis dan Peeta, hubungan yang sangat erat hingga akhir Hunger Games, berubah menjadi dingin dan menjauh sekembalinya mereka ke Distrik 12. Katnis yang bingung memikirkan tanggapan Gale saat ia kembali, tanpa disadari telah menyakiti perasaan Peeta yang ternyata tulus mencintai Katnis. Tapi demi keselamatan mereka serta keluarga, Haymitch memperingatkan mereka untuk tetap meneruskan sandiwara sebagai pasangan kekasih, karena mereka terselamatkan karena respons penonton yang tidak tega melihat pasangan kekasih terbunuh di medan Hunger Games. Dan tindakan Katnis untuk menyelamatkan nyawanya dan juga Peeta saat itu bisa dianggap romantis bagi para penonton, namun tidak bagi Capitol terutama Presiden Snow – yang justru menganggap hal itu sebagai simbol pemberontakan yang harus segara ditangani. Bahkan akhirnya menjelang kampanye Para Pemenang ke berbagai Distrik, Presiden Snow khusus mendatangi Katnis di Distrik 12, hanya untuk memberikan peringatan keras, bahwa ia mengetahui siasat yang dilakukan Katnis, dan jika ada sedikit saja tanda-tanda ia memicu pemberontakan dalam bentuk apa pun ( termasuk pertemuan rahasianya dengan Gale, yang entah bagaimana diketahui oleh Presiden Snow ), maka baik keluarganya maupun keluarga Gale akan dimusnahkan.

Katnis sangat murka, namun ia juga meng-khawatirkan ancaman Presiden Snow terhadap orang-orang yang dikasihinya. Maka tak ada jalan lain selain berunding kembali dengan Haymitch, dan Peeta. Akhirnya mereka bertiga sepakat untuk tetap menjalankan strategi sebagainya khalayak tahu, bahwa mereka berdua sepasang kekasih yang memenangkan Hunger Games, dan berusaha fokus menyelesaikan Para Pemenang di Distrik-Distrik lain. Tanpa mereka sangka, respons setiap Distrik menunjukkan bahwa kekhawatiran Presiden Sonw benar terjadi … gejolak-gejolak kecil yang tampak, menunjukkan rakyat mulai berontak terlebih setelah menyaksikan aksi keberanian Katnis hingga mampu merubah aturan permainan Hunger Games. Katnis terkenal sebagai sosok ‘Mockingjay’ berkat pin pemberian Madge yang digunakannya selama di Hunger Games. Berbeda dengan masyarakat Capitol yang hanya mengangkat pin tersebut sebagai hiasan belaka, rakyat Distrik menangkap pesan terselubung, karena burung Mockingjay merupakan hasil mutasi tak terduga dari burung Jabberjay yang hasil rekayasa genetika Capitol semula sebagai senjata namun gagal dan ditelantarkan, namun mereka yang tersisa kawin dengan burung Mockingbird betina dan menghasilkan spesies baru : Mockingjay – yang berhasil hidup dan berkembang-biak. Dan Katnis adalah perlambang Mockingjay, sesuatu yang lahir dari kondisi yang mustahil, simbol pengharapan bagi rakyat Distrik yang sekian tahun menderita di bawah tekanan Capitol.

Ketika Presiden Snow melihat situasi yang tak menguntungkan ini, sangat berbahaya jika tidak segera dikontrol dengan adanya gejolak di berbagai Distrik. Maka ia membuat pengumuman yang mengejutkan semua pihak. Pada peringatan Hunger Games ke-75 yang disebut sebagai ‘Quarter Quell’ para peserta laki-laki dan perempuan akan dipilih khusus dari setiap pemenang Hunger Games sebelumnya yang masih hidup dari setiap Distrik. Katnis terpaku mendengarkan pengumuman itu, karena dari Distrik 12 hanya ada mereka bertiga, dirinya, Peeta dan Haymitch, hanya ada satu perempuan … Katnis, dan ia akan kembali ke Arena Hunger Games berikutnya. Mimpi buruknya semakin bertambah, Katnis tak mampu mengenyahkan rasa sakit di hatinya. Bagaimana ia akan mampu menghadapi hal yang sama kembali, dan diantara pilihannya nanti ia harus membunuh Peeta atau Haymitch, entah yang mana akan terpilih sebagai perwakilan dari Distrik 12. Atau lebih baik ia melarikan diri bersama keluarganya, dan mengajak setiap orang untuk ikut serta dengannya agar jauh dari jangkauan kekuasaan Capitol ? Apa yang sebaiknya ia harus lakukan ?

Kesan :
Kembali kita turut terombang-ambing dalam gejolak hati dan jiwa sosok Katnis. Sosok Katnis bukan hanya menjadi pahlawan dalam kisah ini, tapi di hati pembaca sosok Katnis juga menjadi pahlawan yang mampu mengalahkan ketakutan dalam dirinya, demi menuntaskan misinya dan berusaha menyelamatkan orang-orang yang dikasihinya. Meski ia bukan sosok yang sempurna, bahkan justru di saat-saat penulis mengungkapkan kondisi-nya yang rentan dan menderita, pembaca turut bersimpati karena penggambaran yang sangat manusiawi ( bukan super woman yang serba bisa ).

Lewat buku pertama kita disajikan pertarungan dahsyat di Hunger Games, dan kali ini kembali penulis menyuguhkan sajian pertempuran yang tidak kalah menariknya. Karena para peserta Hunger Games kali ini merupakan veteran dan para pemenang Hunger Games sebelumnya, masing-masing memiliki kemampuan serta kecerdikan bukan saja untuk bertahan tapi juga menjadi satu-satunya pemenang. Jika pada Hunger Games sebelumnya Katnis dan Peeta ( ya, dia mengajukan diri menggantikan Haymitch yang terpanggil ) disarankan untuk berjalan sendiri, namun kali ini mereka membentuk sekutu. Permasalahannya bagaimana bisa diketahui apakah memang orang-orang yang dipilih benar-benar loyal atau tetap mereka memiliki agenda tersendiri ? Pertanyaan tersebut sempat terbersit dalam pikiranku, namun ternyata penulis sudah selangkah lebih maju, karena ternyata ada suatu rencana besar yang sedang dibentuk dan rencana itu baru akan terungkap menjelang saat-saat terakhir, menimbulkan berbagai tanda tanya baru dan bikin penasaran para pembacanya …

Tentang Penulis :
Sejak tahun 1991 Suzanne Collins bekerja sebagai penulis cerita televisi untuk program anak-anak. Belakangan ia juga dikenal sebagai penulis novel fantasi remaja dengan beberapa serialnya yang sukses, termasuk serial The Hunger Games. Saat ini ia tinggal bersama keluarganya dan sepasang kucing yang dipungut dari halaman belakang rumah mereka. The Hunger Games telah diangkat ke layar lebar dengan jadwal rilis 23 Maret 2012, diperankan oleh Jennifer Lawrence / Katnis ( Jen dapat dikenali di X-Men First Class sebagai Young Mystique ), Josh Hutcherson / Peeta ( Josh dapat dikenali di Journey to the Center of The Earth dengan Brendan Fresar ; Zathura dengan Kristen Stewart ) dan Liam Hemsworth / Gale ( main di The Last Song dengan Miley Cyrus dan sempat pacaran juga )

Best Regards,
* HobbyBuku *

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar