ALICE'S WONDERLAND

Translate

Minggu, Januari 20, 2008

Books "MINOES"

Judul Asli : "MINOES"
Copyright by Annie M.G. Schmidt
Illustrations by Carl Hollander
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I : Juli 2007 : 200 hlm
Alih Bahasa : R. Indira Ismail
Rate : 4 of 5

Tibbe bekerja sebagai wartawan koran di Killendoornse Courant. Namun ada permasalahan karena Tibbe terlalu pemalu. Ia tidak berani menemui orang-orang apalagi bertanya pada mereka, sekalipun orang tersebut berada didalam kamar mandi. Ia hanya dapat bergaul dengan kucing. Ia sangat menyukai kucing dan mengenal semua kucing di sekitar lingkungannya, bahkan Ia memiliki juga seekor kucing benama Fluf. Namun hal ini bukan masalah besar, sampai saat Tibbe dipanggil menghadap Pemimpin Redaksi karena walau tulisannya bagus tapi semua tentang kucing. Jika keesokkan harinya Tibbe tidak menyerahkan tulisan baru yang bukan tentang kucing, maka Ia harus keluar dari pekerjaannya.

Tibbe pulang dengan lesu , bagaimana Ia dapat menemukan ide baru untuk penulisan besok. Di tengah perjalanan Ia mengalami hal aneh. Saat sedang berbicara dengan Meneer Smit, tiba-tiba ada yang dikejar anjing herder besar hingga melompat keatas pohon. Ternyata bukan kucing atau hewan lainnya tetapi seorang wanita aneh dengan mata besar serta rambut merah lebat, meringkuk ketakutan diatas pohon yang tinggi. Tibbe terpaksa menolong karena wanita itu tidak dapat turun lagi karena tingginya pohon itu - yang menjadi pertanyaan, bagaimana semula ia dapat naik keatas? Tanpa Tibbe sadari, perjumpaan pertama itu akan menentukan nasibnya di kemudian hari.



[ source ]
Wanita tersebut bernama Minoes. Dulunya ia adalah seekor kucing. Suatu hari saat ia makan dari tong sampah laboratorium penelitian, sesudah itu tubuhnya terasa aneh dan saat terbangun ia sudah berubah menjadi seorang manusia. Meski sekarang sudah menjadi manusia tetapi Minoes masih dapat berkomunikasi dalam bahasa kucing. Ia juga masih suka mendengkur ( terutama jika sedang senang ), suka mendesis ( jika sedang marah atau terganggu ), tidur melingkar dalam kardus, dan ia paling suka jika dielus-elus kepalanya serta paling tidak suka dikejar-kejar anjing ( apalagi yang besar ) karena ia harus meloncat diatas pohon tinggi hingga tidak bisa meloncat turun kembali.

Dari pertemuan pertama yang tak disengaja, disusul pertemuan berikutnya ( tepatnya didepan tong sampah Tibbe saat ia memergoki Minoes sedang mengorek dan mengunyah potongan ikan dari sampahnya ), akhirnya Minoes tinggal bersama Tibbe yang awalnya kasihan melihat dirinya. Minoes membalas kebaikkan Tibbe dengan membawakan berita-berita baru ( yang bahkan belum diketahui apalagi tersebar dimasyarakat ) yang didapatkan dari jaringan komunikasi para kucing di kota itu. Mulai dari sekedar gosip ringan sampai berita-berita penting seperti tentang guru senior yang mengharapkan penghargaan atas pengabdiannya selama 25 tahun, pengadaan kolam renang baru yang sebenarnya masih dirahasiakan, temuan seguci uang logam kuno ditaman gereja.

[ source ]
Hidup Tibbe menjadi lebih baik, setiap hari Ia memiliki bahan baru untuk tulisannya dan pemimpin redaksi menyukai tulisannya sehingga menaikkan gaji Tibbe. Semua berkat jasa Minoes beserta jaringan komunikasi kantor berita kucing. Salah satu sumber berita utama adalah si Burik, kucing sahabat Minoes yang menguasai jaringan kota. Dan berita terbesar berasal darinya saat si Burik mengalami kecelakaan karena dipukul sampai pincang. Pelakunya adalah Meneer Ellemeet , ketua Perkumpulan Penyayang Binatang serta pemilik Mars - anjing herder besar yang suka mengejar-ngejar Minoes. 

Bukan hanya si Burik, Meneer Ellemeet juga yang menyebabkan si tukang ikan masuk rumah sakit saat sebuah mobil menabrak kios beserta dirinya kemudian melarikan diri tanpa diketahui siapa penghuninya. Yang menjadi masalah semua saksi dalam kejadian tersebut adalah kucing, bagaimana Minoes meyakinkan Tibbe untuk mengungkap kejahatan Meneer Ellemeet dalam tulisannya. Dan yang terpenting, bagaimana Tibbe dapat menuliskan berita yang menuduh tokoh penting melakukan kejahatan dengan saksi-saksi ... kucing ..? Ia telah berjanji pada pemimpin redaksi untuk tidak lagi menulis tentang kucing, atau akan tamat riwayatnya sebagai wartawan di Killendoornse Courant.

[ source ]
Maka Minoes membuat suatu rencana untuk menjebak Meneer Ellemeet serta menunjukkan pada masyarakat sifat asli serta niat busuk Meneer Ellemeet. Bekerja sama dengan jaringan kucing dengan dibantu oleh Bibi, gadis kecil yang mengetahui rahasia Minoes serta menyayangi kucing - mereka memasuki sarang berbahaya, yaitu menyusup kedalam tempat tinggal Meneer Ellemeet mencari bukti-bukti. Walau harus berhadapan dengan Mars, anjing herder besar yang galak - Minoes dan kawan-kawan tak gentar, karena kelangsungan hidup & karir Tibbe mengalami ancaman besar, terutama setelah Tibbe nekad menulis keburukkan Meneer Ellemeet dalam tulisannya ( tanpa ada bukti-bukti yang cukup kuat karena satu-satunya saksi manusia yang ada telah dalam kekuasaan Meneer Ellemeet ).

Masalah yang harus dihadapi Minoes bukan saja bagaimana membantu Tibbe ( karena Tibbe tidak dapat ditinggalkan seorang diri, pasti ia akan mendapat masalah-masalah baru ), masalah pribadi muncul saat kakak perempuan Minoes yang telah mengusir dirinya saat menjadi manusia ( buat kucing, menjadi manusia jauh lebih rendah dan menjijikan ) telah jauh-jauh datang untuk memberitahukan bahwa ia telah menemukan cara agar Minoes dapat berubah kembali menjadi seekor kucing - tapi Minoes harus segera ikut pulang dengannya kembali ke tempat asal mereka. Apa yang harus dilakukan Minoes? Disatu sisi ia sangat merindukan saat-saat sebagai seekor kucing, mengejar-kejar burung, berlarian di taman sambil melihat-lihat perubahan baru, menggoyangkan ekornya, namun ia juga berat meninggalkan teman-teman barunya sebagai seorang manusia ..... terutama Tibbe yang mulai dekat sangat perhatian terhadap dirinya. Keputusan apa yang akan dipilih oleh Minoes? 

[ source ]
Buku anak ataupun dongeng terjemahan dari Belanda banyak sekali yang menarik, hanya saja beberapa judul yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Karangan Annie M.G. Schmidt ini sangat menarik sekaligus  mengundang tawa ( apalagi saat membayangkan manusia yang bertingkah seperti kucing yang ingin dielus-elus kepalanya, atau saat Minoes mengayun-ayunkan kepala sembari matanya mengikuti gantungan kunci yang bergoyang-goyang ..... jadi ingat dengan anak kucing yang lagi main-main ). Hanya saja genre sebagai buku anak terasa kurang pas karena beberapa topik sebetulnya hanya dipahami remaja hingga dewasa. Terlepas dari hal tersebut, ini adalah salah satu buku yang patut jadi koleksi dan dinikmati untuk dibaca kapan saja ( tidak akan bosan meski beberapa kali, at least that's my experiences (^_^)

[ more about the author and her related works, check on here : Annie M.G. Schmidt | Author Official Site | Minoes | Movies Adaptation (2001)

Best Regards,
* Hobby Buku * 
   



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar