ALICE'S WONDERLAND

Translate

Kamis, Agustus 21, 2008

Books " TWILIGHT "


Judul Asli : TWILIGHT
Copyright © 2005 by Stephenie Meyer
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Lily Devita Sari
Editor : Rosi L. Simamora
Cover by Dianing Ratri
Cetakan ke-01 : Maret 2008 , 520 hlm
~~~~~~~~~~~~~~
A New York Times Editor’s Choice
A Publishers Weekly Best Book of the Year
An American Library Association Top Ten Best Books of Young Adults
~~~~~~~~~~~~~~~
PERINGATAN KERAS !!!
Hanya untuk konsumsi pembaca yang bukan ‘penakut’ & siap menempuh perjalanan jauh penuh resiko ….
Sebelum dimulai, pertimbangkan hal ini : Apa yang akan kau lakukan jika bertemu dengan ‘Vampire’ – makhluk penghisap darah manusia ? Bukan hanya satu, tapi beberapa & mereka hidup diantara lingkungan sekelilingmu, well … setidaknya pelajari dulu dari pengalaman seorang gadis bernama Bella.

Kisah ini dimulai dari kepindahan seorang gadis bernama Isabella ‘Bella’ Swan bersama ayahnya, Charlie di suatu kota kecil Forks, Washington yang muram. Bella sedari kecil tinggal & dibesarkan ibunya, Renee di kota Phoenix, Arizona – sekarang ia harus berhadapan dengan situasi & kondisi yang berbeda. Bukan saja ia termasuk gadis non-kriteria (tidak cantik, kurus, pucat, koordinasi anggota tubuh sangat kurang alias tidak atletis), tapi juga jadi perhatian masyarakat gara-gara Charlie adalah Kepala Polisi Forks yang telah ditinggal lari oleh Renee, membawa Bella saat kecil ….

Dan Bella mampu mengatasi semua kendala sampai ia harus berhadapan dengan anak-anak keluarga Cullen, tepatnya salah satu diantaranya yang bernama Edward. Sejak perjumpaan pertama mereka, Bella merasa tidak tenang dengan ‘permusuhan aneh’ dari Edward yang seakan membenci & menjaga jarak dengan dirinya. Anehnya setelah seminggu, Edward tiba-tiba muncul setelah beberapa hari tidak masuk sekolah & dengan ramah memperkenalkan diri dan mulai sering muncul di dekat Bella. 
Edward yang tampan, menarik & tampak dari keluarga berada mulai memasuki kehidupannya. Walaupun demikian ia merasakan keanehan yang tak dapat dijelaskan melingkupi diri Edward, terutama bagaimana manusia yang tampak sempurna dari segala hal, mendekati dirinya – gadis biasa tanpa satupun kelebihan (setidaknya demikian pemikiran Bella).

Tanpa disadari sejak saat itu muncul kejadian-kejadian berbahaya, seperti saat suatu pagi dalam perjalanan ke sekolah, terjadi kecelakaan mengerikan yang nyaris menewaskan Bella – seandainya saja tidak ada Edward yang secara ajaib telah menyelamatkan dirinya, bahkan tak terluka sedikitpun, seakan-akan Edward memiliki kekuatan luar biasa. Kecurigaan Bella akan kondisi Edward yang sebenarnya akhirnya terungkap setelah ia mendengarkan kisah aneh dari Jacob Black – putra teman lama Charlie, dan Bella yakin bahwa Edward Cullen adalah Vampire.

Ternyata seluruh keluarga Cullen adalah Vampire, dimulai dari Dr. Carlisle & istrinya Esme beserta anak-anak yang ‘dirubah’ yaitu Emmet & Rosalie, Jasper & Alice serta Edward yang termuda, nampak bagaikan anak laki berusia 17 tahun namun telah hidup selama beratus-ratus tahun lamanya. Dan pada diri Bella seorang, Edward menjatuhkan pilihan hatinya yang telah membeku sekian lamanya. Walaupun mendapat tentangan dari anggota keluarganya, Edward tak kuasa menahan daya tarik tersendiri dalam diri Bella – demikian pula sebaliknya, Bella pun tak mampu mengenyahkan Edward dari benaknya. 
Maka meski menempuh jalan yang berbahaya & beresiko pada kedua belah pihak, hubungan mereka terus berlanjut. Bella terpaksa memilih untuk merahasiakan keadaan Edward dan keluarga Cullen demi kelangsungan hubungannya karena ia tak dapat terpisahkan dari Edward – ia telah jatuh cinta & mabuk kepayang, bahkan mulai mempertimbangkan apakah dirinya siap untuk ‘merubah’ kehidupannya, menjadi bagian dari keluarga Cullen, menjadi seorang vampire pula. Dan Bella belum mengambil langkah lebih lanjut karena ia belum siap meninggalkan Charlie & Renee, namun halangan terbesar justru datangnya dari Edward – ia menentang keinginan Bella berubah menjadi sama dengan dirinya, ia justru menginginkan Bella sebagaimana adanya sekarang.

Hal ini menimbulkan pertengkaran berkali-kali diantaranya mereka, namun tak lama kemudian baik Edward maupun Bella harus menentukan pilihan, dikarenakan muncul musuh-musuh berbahaya, kawanan vampire yang memburu Bella untuk dimangsa. Keluarga Cullen terutama Edward harus melawan & menyembunyikan Bella keluar kota Forks. Namun musuh jauh lebih cerdas dan Bella harus memutuskan perjuangan seorang diri, terutama saat nyawa orang yang dikasihinya – Renee, terancam dalam bahaya … maka Bella tahu pilihan mana yang akan diambilnya, walau pilihan tersebut membuat darahnya akan terhisap habis.

Nah, sudah cukup ‘ngeri’ dengan sekilas perjalanan Bella bersama kawanan vampire nan menawan ? Ha … ha … ha … jangan jadi penakut, ayo segera dimulai petualangan ini, eiitss – iya, ini belum selesai karena masih berlanjut pada kisah buku kedua. Dijamin meski harus ‘patah hati’ berkali-kali (kok bisa, iyalah inikan hubungan unik antara manusia dengan vampire) but it’s worth it – sebanding dengan kesan yang diperoleh.

Ini satu-satunya ‘kecanduan’ yang disarankan & direkomendasikan bagi masyarakat luas – efek samping : bisa buat kita jadi lebih romantis & menghargai kehidupan (tidak percaya ? coba saja hidup jadi vampire ratusan tahun he..he)

Sekedar intermezzo – penggambaran dramatisasi & ketragisan kisah ini membuat teringat akan kisah serial Buffy the Vampire Slayer ( Buffy gadis si Penumpas Vampire ) yang bertemu dengan Angel – Vampire Budiman ( soalnya dia vampire yang tobat & cuman mau hisap darah hewan serta membunuh orang-orang jahat ) … dannn mereka saling jatuh cinta meski akhirnya tak selalu bersatu.

Terlepas apakah si Stephenie Meyer terinspirasi oleh kisah ini, yang jelas ini kisah roman yang benar-benar asyiik & menimbulkan kesan tak terlupakan ( kebayang-bayang si Edward & keluarga Cullen .. mhhmm).
Best Regards, 
* Hobby Buku *  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar