ALICE'S WONDERLAND

Translate

Minggu, Januari 06, 2008

Books "HIS DARK MATERIALS TRILOGY II"

Book Two :
" THE SUBTLE KNIFE "
[ PISAU AJAIB ]
-----------------------------
Philip Pullman
Gramedia Pustaka Utama
Cetakan 01, Januari 2007
Novel Fantasi
B. Sendra Tanuwidjaja
408 hlm , 23 cm
-----------------------------

"Dalam buku kedua ini kisah yang terjadi terjalin antara 3 dunia yang berbeda, kisah ini berlangsung setelah Lord Asriel 'menyeberang' menuju dunia baru & diikuti oleh Lyra & Pantalaimon yang bertekad 'menyelamatkan' Debu demi kebaikan, terutama setelah kematian tragis Roger Parslow."

( dunia asal Will )
William Parry baru berusia 12 tahun saat ia harus mengambil keputusan drastis dalam hidupnya - ia tanpa disengaja telah menjadi 'pembunuh' demi melindungi keselamatan ibunya serta menjaga satu-satunya peninggalan ayahnya, tas berisi surat-surat dari ayahnya kepada ibunya.

Semula kehidupan yang dijalani tidak berbeda jauh dengan orang lain.
Ayahnya, John Parry adalah seorang perwira Marinir Kerajaan yang berani & pandai - meninggalkan kehidupan militer untuk menjadi penjelajah & memimpin ekspedisi ke dunia-dunia terpencil. Ibunya, seorang wanita yang periang & penuh kasih - mereka bertiga hidup bahagia & saling mengasihi.

Namun suatu saat ayahnya menghilang dalam suatu ekspedisi, sejak itu dunia yang dikenal berubah, ibunya walau tetap mengasihi & menjadi orang terkasih bagi dirinya berubah menjadi pribadi yang 'paranoid', bahkan diwaktu-waktu tertentu tidak sadar akan dirinya sendiri. Sejak saat itu, William Parry bukan lagi anak kecil yang manis, ia adalah Will yang harus menjaga keluarga satu-satunya yang tersisa serta menjaga dirinya sendiri dalam menghadapi musuh-musuh tak terlihat yang mengancam keutuhan kelurganya.

Dalam pelariannya, tanpa disengaja Will melihat seekor kucing menghilang - lenyap disemak-semak pohon Hornbeam. Saat mengamati lebih teliti, kucing tersebut lenyap melalui sepetak lubang persegi dengan lebar kurang dari 1 meter dengan pemandangan yang terlihat sama namun jika dimasuki akan menuju dunia yang sama sekali berbeda. Karena tidak memiliki tempat bersembunyi & didorong rasa ingin tahu, masuklah Will melewati jendela udara tersebut menuju dunia lain.

( dunia Citta'gazze )
Di dunia yang berbeda, Will melakukan penjelajahan sekilas. Ia berada disuatu kota ditepi laut dengan deretan kafe serta toko-toko kecil namun kota itu kosong, tidak terlihat satupun manusia walau jelas disana-sini terlihat bekas-bekas kehidupan, seakan-akan kota tersebut ditinggalkan dengan tergesa-gesa.

Saat memasuki salah satu bangunan, Will bertemu seorang gadis lusuh bersama hewan peliharaannya. Gadis tersebut bernama Lyra Silvertongue dengan 'demon'nya bernama Pantalaimon (yang kelak baru diketahui oleh Will bahwa Pantalaimon bukan hewan peliharaan & bisa berbicara sebagaimana manusia). Lyra mencari "Debu" namun dalam memahami dunia yang baru ia perlu berkonsultasi dengan cendikiawan ahli teologia percobaan di Oxford ( berbicara dengan Alethiometer saja tidak memadai ). Karena itu Will berjanji menunjukkan dunianya pada Lyra guna mencari ilmuwan Oxford yang dapat memberikan jawaban atas pencarian Lyra. Pada pagi hari mereka memasuki jendela dunia dimana Will berasal, pada malam hari mereka kembali beristirahat didunia yang aneh ini.

Setelah beberapa hari, muncul sekelompok anak-anak tanpa satu pun orang dewasa. Mereka mengatakan kota tersebut bernama Citta'gazze yang dilingkupi oleh para Spectre yang menangkap para orang dewasa & memakan kehidupan mereka. Karena itu kota tersebut hanya tinggal anak-anak saja, diantaranya Angelica & adiknya Paolo - 2 bersaudara yang menyimpan rahasia yang akan berhubungan dengan nasib Will di masa depan.

( dunia asal Lyra)
Ratu Penyihir Serafina Pekkala yang terpisah dari Lyra & rombongan menuju pulau Svalbard saat terkena badai, berusaha melacak keberadaan Lyra. Lewat saran konsul penyihir Dr. Martin Lanselius, ia menemui pelayan pribadi Lord Asriel - Thorold untuk mencari keterangan lebih lanjut. Dari apa yang diperoleh, Serafina mengumpulkan seluruh penyihir untuk menentukan langkah yang harus diambil terutama menyangkut diri Lyra - anak yang namanya telah di Takdirkan.

Hasil dari pertemuan besar, diputuskan Serafina Pekkala bersama 21 penyihir (salah satunya adalah penyihir bernama Juta Kamainen yang mempunyai tujuan tersendiri terhadap Stanislaus Grumman) beserta Ratu Ruta Skadi penyihir dari Latvia berangkat menuju dunia baru untuk melindungi serta membantu Lyra.

Sedangkan Lee Scoresby yang bersama-sama Serafina dalam pertemuan, berangkat pula ke Nova Zembla dalam misinya menyelidiki lebih lanjut tentang Stanislaus Grumman krn menurut kabar beliau telah menemukan sesuatu yang dapat menjadi senjata berharga dalam pertempuran yang akan terjadi. (ket. = Stanislaus Grumman adalah cendikiawan pelopor ekspedisi ke Utara yang menghilang & dinyatakan telah meninggal oleh Lord Asriel dalam buku pertama)

( dunia asal Will )
Memasuki dunia Will bagi Lyra terlihat bagian-bagian yang sama namun juga sangat berbeda dengan dunia asalnya. Pencarian membawa Lyra menemukan seorang cendikiawan bernama Dr. Mary Malone, ilmuwan yang mempelajari tentang materi gelap yang disebut Bayangan merupakan partikel dasar sama dengan Debu yang dicari oleh Lyra. Menggunakan komputer bernama Cave, Mary Malone melakukan terobosan baru dalam penelitiannya saat Lyra mampu memproyeksikan pembacaan lewat Cave untuk melacak Bayangan atau Debu. Bagi Lyra sama dengan cara ia membaca Alethiometer yang bekerja berdasarkan simbol-simbol gambar sedangkan Cave bekerja melalui tulisan kata-kata.

Dibagian lain Will sibuk melakukan pelacakkan tentang ayahnya sejak ia menghilang. Mulai dari menghubungi pengacara yang setiap bulan rutin mengirimkan dana dari ayahnya untuk keluarganya, menncari keterangan lewat perpustakaan & semua menunjukkan bahwa ada orang-orang yang mencoba mengusik ketenangan keluarganya & mencari surat-surat peninggalan ayahnya.

( dunia asal Lyra )
Dalam percarian di Nova Zembala, Lee Scoresby mengikuti jejak Grumman sampai kepada observatorium Akademi Kekaisaran Muscovite & bertemu dengan lima orang astronom yang mengenal Grumman beserta penelitiannya, namun saat ia menyinggung tentang Debu, para asronom tersebut bersikap aneh. Saat ia keluar dari observatorium kembali ke Nova Zembala, sa;ah seorang astronom orang Skraeling yang diketahuinya merupakan perwakilan dari Magisterium mencoba membunuhnya - Lee terpaksa membunuh orang tersebut untuk membela diri, namun orang Skraeling itu telah mengirim berita ke Magisterium tentang Lee yang mencari tahu tentang Grumman & tentang hal terlarang bagi Gereja yaitu Debu. Dari perjalanan tersebut Lee Scoresby mendapatkan gambaran lebih tentang Grumman, bahwa ia tidak diketahui asal-usul keberadaannya sebelum ekspedisi Utara dilakukan, bahwa Grumman pernah menolak cinta seorang penyihir yang menimbulkan dendam karena sakit hati, bahwa kematian Grumman tetap menjadi tanda tanya walau desas desus yang barvariasi bercerita tentang kematiannya - seperti kemunculan Satanislaus Grumman sama misteriusnya dengan berita menghilangnya. Satu hal yang pasti, Lee Scoresby menjadi musuh yang diburu Magisterium apalagi setelah ia membunuh orang Skraleing tersebut.

( dunia Citta'gazze )
Rombongan penyihir dibawah pimpinan Serafina Pekkala telah memasuki dunia baru. Mereka menyaksikan penyerangan Spectre terhadap serombongan manusia, menghisap kehidupan dari orang-orang dewasa, meninggalkan anak-anak terlantar kebingungan. Dari salah seorang yang selamat, dikisahkan asal mula munculnya para Spectre akibat ulah para filsuf Torre degli Angeli yang memiliki kemampuan membuka pintu-pintu dunia lain untuk melintas & mengambil apa saja guna dibawa kembali ke dunianya. Pintu-pintu terbuka tersebut juga menjadi jalan masuk bagi pendatang berbahaya seperti Spectre. Selain itu banyak pula pendatang-pendatang asing yang melakukan lintas dunia seperti para malaikat atau 'bene elim' atau dikenal sebagai 'pengawas' - makhluk berupa roh yang membawa pesan dari surga & keberadaan mereka banyak ditemukan di dunia bagian Utara.
 
( dunia asal Will )
Lyra dengan rasa ingin tahu yang menggebu suatu pagi menyelinap tanpa Will menuju museum untuk menemui Dr. Mary Malone. Ternyata disana telah menunggu orang-orang yang mengaku dari kepolisian yang mencurigai serta menanyai Lyra tentang keberadaan dirinya serta tentang Will, dimana ia berada. Lyra melarikan diri. Dikejar-kejar orang-orang tersebut sebelum Lyra sempat kembali pada tempat jendela dunia lain, ia berpapasan dengan pria tua yang ditemuinya saat pertama kali ia berada di museum & diajak masuk dalam mobilnya untuk diantar menuju tempat yang dituju tanpa ketahuan pengejarnya. Tanpa disadari saat dipancing melalui berbagai pertanyaan, pria tersebut mencuri Alethiometer Lyra.

Setelah menyadari bahwa Alethiometernya dicuri, Lyra kembali ke Citta'gazze meminta bantuan Will untuk menemaninya merebut kembali dari tangan pria tua yang bernama Sir Charles Latrom, bangsawan pemilik Limefield House. Ternyata Sir Charles mengetahui kebenaran tentang Lyra serta Alethiometer-nya, bahkan mengetahui tentang keberadaan dunia Citta'gazze & sebagai syarat agar Alethiometer Lyra kembali, ia meminta Will & Lyra mengambilkan 'pisau' yang dapat membuka pintu-pintu dunia lain dimana benda tersebut berada ditangan seseorang yang tinggal di menara Para Malaikat Torre degli Angeli didunia Citta'gazze. Tidak ada jalan lain, Lyra & Will terpaksa menyetujui krn Sir Charles juga mengancam dengan mengetahui keadaan Will yang dicari oleh pihak berwajib.

( dunia Citta'gazze )
Memasuki menara Para Malaikat, Will & Lyra menemui seorang pemuda aneh yang menari-nari membawa sebilah pisau. Pemuda tersebut adalah Tullio - kakak tertua Angelica & Paolo yang dirahasiakan krn takut oleh para Spectre. Tullio telah merampas dengan paksa & melukai tetua Torre degli Angeli Giacomo Paradisi si pembawa pisau gaib atas nama Serikat. Dalam usaha menolong tetua yang terluka, Will terlibat bentrok langsung dengan Tullio yang mengakibatkan dirinya terluka parah - jari kelingking serta jari manisnya terputus saat merebut pisau gaib dari tangan Tullio. Dilain pihak Tullio yang terjatuh dari menara, menjadi sasaran para Spectre disaksikan oleh adik2-nya, akibatnya Lyra & Will dianggap sebagai penyebab 'kematian' Tulio oleh Angelica & Paolo.
 
Disisi lain kondisi Will mengalami pendarahan hebat, saat dirawat oleh Giacomo - ia mewariskan 'pisau gaib' kepada Will sebagai penerus "pembawa' dengan tanda bahwa sang pembawa adalah orang yang kedua jarinya terputus dalam pertempuran dengan pisau gaib. Giacomo juga mengajarkan pada Will bagaimana menggunakan pisau gaib tersebut untuk membuka serta menutup dunia-dunia lain. Sebelum meninggal, Giacomo berpesan untuk tidak mempercayai & tidak menyerahkan pisau gaib kepada Sir Charles.
( dunia asal Will )
Dengan misi merebut kembali Alethiometer, Will yang telah menguasai penggunaan pisau gaib membuat rencana untuk menyusup langsung kerumah Sir Charles. Namun saat hendak mengambil Alethiometer ternyata dirumah Sir Charles atau dikenal sebagai Lord Boreal terdapat Mrs. Coulter yang dapat masuk kedunia Will untuk memperkuat kekuasaannya. Lyra beserta Will harus melarikan diri dari kejaran mereka, disaat-saat kritis menyeberang dunia lain, kucing yang ditolong Will membantu menyerang demon monyet Mrs.Coulter. 

( dunia asal Lyra )
Sementara itu Lee Scoresby beserta demon-nya Hester menyusuri Sungai Yenisei menuju desa suku Tartar yang menerima sebagi kerabat - disana ia menemukan bahwa Dr. Stanilaus Grumman dari Akademi Berlin masih hidup & dianggap sebagai 'shaman' orang Tartar dengan demon luar biasa, seekor "osprey". Fakta lain yang cukup mengejutkan bahwa Grumman telah menantikan 'kedatangan' Lee Scoresby yang akan membawa Grumman kedunia lain - dunia dimana Grumman berasal dan dikenal dengan nama aslinya John Parry, ayah Will yang menghilang saat ekspedisi karena tanpa disengaja memasuki jendela dunia-dunia lain tanpa dapat kembali ke dunia asalnya. Dalam masa penjelajahan tersebut John Parry mendapatkan pengetahuan & kemampuan khusus terutama tentang suatu instrumen yang diciptakan para filsuf yang disebut "subtle knife" atau pisau gaib. John Parry membutuhkan bantuan Lee untuk menemukan sang pembawa beserta pisau gaib guna membantu melaksanakan tujuan Lord Asriel sebelum kematian dirinya dikarenakan penyakit jantung yang parah. Lee Scoresby bersedia mengantar Grumman atau John Parry dengan syarat bahwa pisau gaib yang akan ditemukan harus digunakan untuk kepentingan Lyra. 

( dunia Citta'gazze )
Will yang terluka beristirahat memulihkan kekuatannya, namun mereka diserang pasukan anak-anak dipimpin oleh Angelica & Paolo yang hendak membalas dendam. Walau pisau gaib ditangan mereka, dengan keadaan Will yang terluka & kemarahan anak-anak untuk membunuh membuat mereka terpojok sampai tiba-tiba muncul Kaisa 'demon' Serafina Pekkala beserta rombongannya yang tengah mencari-cari Lyra. Berkat bantuan para penyihir, pasukan anak-anak dapat diusir & Will diobati dengan mantra untuk menutup lukanya yang terus mengucurkan darah. Anehnya walau mantra-mantra para penyihir sangat ampuh namun luka & kondisi Will tidak semakin membaik. Selain itu keberadaan pisau gaib terasa aneh bagi para penyihir. Walau demikian Serafina Pekkala & para penyihir telah berjanji untuk melindungi serta membantu Lyra dalam melaksanakan tujuannya yaitu membantu Will menemukan ayahnya berpedoman pada pisau gaib serta Alethiometer.
 
Dalam perjalanan mereka berpapasan dengan Ratu Ruta Skadi yang diserang hantu-hantu karang dunia lain. Ruta Skadi yang berpisah dengan rombongan saat mengikuti para malaikat menuju ke tempat Lord Asriel, berhasil bertemu & melihat apa yang telah dilakukan oleh Lord Asriel. Ia kembali membawa misi untuk mengumpulkan pasukan penyihir guna membantu Lord Asriel dalam pertempuran yang akan dilakukan melawan Sang Otoritas - seperti yang telah diketahui oleh Serafina Pekkala dari penuturan Thorold, pelayan pribadi Lord Asriel. Saat Ruta Skadi mengajak Serafina untuk bergabung, Serafina menolak karena tanggung jawabnya terhadap Lyra saat ini adalah membantu menemukan ayah Will.
 
Di tempat lain, Lee Scoresby dengan bantuan kekuatan John Parry sebagai shaman, membawa balon udaranya memasuki dunia lain - dunia Citta'gazze. Dengan menempuh bahaya melintas medan berat, adanya para Spectre yang berkeliaran mencari mangsa, kesulitan Lee bertambah dengan pengejaran yang dilakukan pasukan Magisterium yang juga berhasil menembus dunia baru. Meskipun kekuatan magis John Parry sangat tinggi namun menghadapi musuh yang terlampau banyak, akhirnya mereka terpojok saat balon udara harus mendarat darurat demi menghindari kejaran musuh. Karena pentingnya misi John Parry, Lee Scoresby didampingi Hester bertahan menghadapi musuh-musuh, melindungi John Parry yang segera pergi menemui sang pembawa. Detik-detik terakhir saat Lee Scoresby terluka parah & terkepung musuh, ia teringat bunga pemberian Serafina Pekkala yang dapat digunakan untuk memanggil jika Lee butuh bantuan segera.
 
Di saat yang sama, berbekal petunjuk Alethiometer, rombongan Lyra meneruskan perjalanan mendaki pegunungan, melewati bukit-bukit, menempuh medan yang berat bagi kondisi Will. Ditengah perjalanan, Serafina merasakan panggilan Lee Scoresby, maka ia segera meninggalkan rombangan yang sedang beristirahat setelah sebelumnya berpesan pada Lyra. Saat beristirahat, Lena Feldt, salah seorang penyihir melihat bahwa meraka telah diikuti, kemudian memutuskan untuk memeriksa apakah musuh atau bukan yang mengikuti mereka.
 
Ketika Lena memata-matai rombongan pengutit, ia melihat keanehan karena orang-orang dalam pasukan tersebut jelas bukan dari dunia asal Lyra maupun dunia Citta'gazze, tapi yang lebih aneh bahwa pemimpin rombongan adalah Mrs. Coulter - orang yang diketahuinya penyebab kematian anak-anak di stasiun percobaan Bolvangar. Mrs. Coulter tengah berusaha mengorek informasi lebih lanjut dari Sir Charles atau Lord Boreal & setelah mendapatkan apa yang dimaui, ia membunuh Lord Boreal. Terpaku dengan peristiwa dihadapannya, penyihir Lena Feldt menjadi lengah & diketahui oleh Mrs.Coulter. Sebelum dibunuh oleh para Spectre yang telah tunduk dibawah perintah Mrs.Coulter, Lena disiksa terlebih dahulu untuk memberikan informasi rinci tentang keberadaan Lyra & yang terpenting adalah kepastian tentang Ramalan diri Lyra yang hanya diketahui oleh para penyihir ( ramalan ini hampir diketahui oleh mrs.Coulter saat menyiksa seorang penyihir yang ditangkap setelah peristiwa di Bolvangar, namun digagalkan oleh Serafina Pekkala yang membantu kematian si penyihir agar tidak tersiksa lebih lama ).
 
Lyra & rombongannya masih beristirahat sambil menunggu kedatangan Serafina, tanpa menyadari bahwa posisi mereka telah diketahui & musuh telah mendekati. Will yang gelisah terutama karena rasa sakit yang semakin menjadi, tidak dapat tidur, memutuskan untuk pergi sendirian mendaki lebih tinggi mencari ketenangan. Tanpa disadari perjalanannya semakin jauh dari rombongan, menuju suatu puncak. Saat diatas, mendadak kegelapan menyelimuti & ia disergap oleh seorang pria. Tak kuasa mengelak karena kehabisan tenaga, ia melihat pria yang menyergapnya disertai dengan seekor burung besar "osprey" , kemudian pria tersebut meminta tangannya yang terluka untuk disembuhkan. Pria tersebut mengenalinya sebagai sang pembawa lewat luka ditangan Will, sambil mengobati ia mengatakan takdir yang harus dijalani oleh Will sebagai pembawa pisau gaib, satu-satunya alat yang dapat digunakan untuk mengalahkan Sang Otoritas. Dan pria tersebut mengatakan apa yang harus dilakukan oleh Will setelah mengetahui takdirnya, yaitu menemui Lord Asriel untuk membantu pertempurannya. Pria yang ditemui Will tersebut adalah Stanislaus Grumman atau John Parry, ayah kandung Will yang telah melanggar sumpahnya pada Lee Scoresby untuk menggunakan pisau gaib membantu Lyra & saat terakhir sebelum ia membiarkan Will pergi, Ia meminta melihat wajah sang pembawa - dan disanalah ayah & anak yang sekian lama berpisah bertemu muka, namun detik berikutnya sebatang panah menembus jantung John Parry, panah milik penyihir Juta Kamainen yang telah ditolak cintanya & diam-diam mengikuti Will saat meninggalkan rombongan. John Parry meninggal seketika setelah melihat wajah anak yang ditinggalkan sekian lama. Si Penyihir Juta Kamainen yang terkejut dengan keberadaan Will sebagai putra pria yang dicintainya namun telah menolaknya, menjadi putus asa & melakukan bunuh diri.
 
Dalam keadaan sedih & shock dengan perjumpaan sekaligus kematian ayah yang dicari selama ini, Will menuruni gunung kembali ke tempat peristirahatan mencari Lyra, namun yang ditemui adalah para penyihir pengawal semua telah tewas, jiwa mereka kosong diambil oleh para Spectre - dan Lyra lenyap meninggalkan tas berisi Alethiometer. Saat itu, muncul 2 makhluk bersayap, mereka adalah Malaikat atau 'bene elim', yang telah mengikuti John Parry dengan tujuan mencari WIll sang Pembawa. Mereka bertugas membawa sang Pembawa menuju Lord Asriel. Seorang diri - William Parry, sang Pembawa harus mengambil keputusan akan kemana tujuan hidupnya.

"Walau kisah yang terjadi berpindah-pindah dalam 3 dunia yang berbeda, namun penulis mampu membuat alur cerita mengalir tanpa henti seakan kita melihat langsung kisah yang terjadi didepan mata. Benar-benar novel fantasi yang membuat imaginasi melayang ketempat-tempat yang tak terbayangkan."

Best Regards, 
* Hobby Buku * 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar