ALICE'S WONDERLAND

Translate

Selasa, Juni 11, 2013

Books "CONFESSIONS OF AN UGLY STEPSISTER"

Judul Asli : CONFESSIONS OF AN UGLY STEPSISTER
Copyright © Gregory Maguire, 1999
Penerbit Atria
Alih Bahasa : Khairi Rumantati
Editor : Ida Wajdi, Nadia Luwis
Ilustrasi : Ella Elviana
Desain Sampul : Aniza Pujiati
Cetakan I : April 2013 ; 444 hlm
Rate : 3,5 of 5
Apakah gunanya keindahan? Keindahan itu akan membantu melindungi jiwa umat manusia, membendungnya, menolongnya, sehingga kita bisa bertahan hidup. Keindahan tidaklah berjumlah banyak, tetapi kalau itu bisa membuat hidup kita tidak terlalu menderita sehingga kita menjadi lebih baik __well, kalau begitu, mari kita miliki keindahan, terlukis di porselen  kita, tergantung di dinding kita, diucapkan dalam cerita-cerita kita. Kita adalah bangsa binatang yang menyedihkan... [ p. 440-441 ]
Pernahkah engkau mendengar kisah dongeng tentang gadis cantik yang hidup dalam kekejaman ibu tiri serta siksaan saudara-saudara tirinya, bekerja keras melebihi seorang budak, berkutat dengan kotoran dan abu yang menyelimuti sekujur tubuhnya hingga ia dikenal sebagai Gadis Abu atau Cinderella ? Hingga suatu hari muncul ibu peri yang baik hati, membuat pakaian yang indah serta sepatu kaca, kereta dari labu serta para kusir dari tikus-tikus sahabatnya, agar ia dapat mengikuti pesta dansa dan bertemu sang pangeran ...



Nah, itu hanya merupakan dongeng belaka, penuh dengan keindahan serta keajaiban yang diercaya oleh anak-anak kecil. Pada kenyataan, kehidupan tidak berjalan seindah dongeng, mirip bahkan serupa, namun dengan fakta-fakta yang lebih menyakitkan. Jika dirimu ingin tahu kejadian sebenarnya, simak perjalanan hidup tiga orang gadis belia – bersaudara – berbeda satu sama lain – namun memiliki keterikatan yang unik serta hubungan yang tak mudah lepas begitu saja, dalam kondisi terburuk sekalipun.

Ruth dan Iris Fisher terpaksa mengikuti sang ibu, Margarethe yang melarikan diri dari kediaman mereka di Inggris saat kabar bahwa suaminya Jack Fisher tertangkap dan dikeroyok massa. Bertiga mereka melarikan diri menuju Belanda, mencari perlindungan dari kakek Margarethe : Pieter ten Broek. Malang tak dapat ditolak, sudah jauh perjalanan mereka, hanya mendapati sang kakek telah meninggal bertahun-tahun silam, dan tak ada satu pun kerabat bahkan kenalan di negara yang asing bagi mereka.  Tiada seorang pun bersedia mengulurkan tangan untuk membantu, apalagi bangsa asing yang dianggap aneh serta tidak sederajat. Hingga mereka bertemu dengan Master Scoonmaker – pelukis aneh yang memiliki keahlian tersendiri dalam menilai sebuah karya seni.

[ source ]
Sang Master tertarik untuk menjadikan Iris sebagai salah satu obyek lukisannya.Sebagai imbalan, mereka bertiga diperbolehkan tinggal di kediaman sang Master, dan bekerja melayani kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Margarethe terpaksa menerima penawaran tersebut, apalagi ia harus menjaga dan merawat kedua putrinya, ditambah dengan kondisi Ruth, menyulitkan bagi siapa saja untuk menerima mereka sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Belanda. Ruth – putri tertua, terlahir dengan tubuh besar layaknya orang dewasa namun dengan pemikiran yang sangat lamban layaknya bocah kanak-kanak. Karena sang Master sendiri cukup aneh, memungkinkan dirinya untuk tidak terlalu mengindahkan kondisi Ruth yang dijauhi dan dianggap gila oleh pihak lain.

Iris ternyata memiliki kepekaan tersendiri terhadap permainan warna pada lukisan. Hal ini membuatnya tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang pembuatan sebuah lukisan, melebihi keinginan sang Master untuk melukis dirinya. Apalagi saat ia bertemu dengan Caspar – murid magang sang Master yang mampu memberikan percikan kebahagiaan di dalam hatinya. Iris memiliki pengharapan tinggi akan hasil lukisan dirinya, namun sebuah kejutan yang menyakitkan hatinya justru nampak pada lukisan tersebut. Jiwa seni sang Master justru menampilkan segala kekurangan dan keburukan yang ia lihat dalam diri Iris, dan membuat sebuah lukisan yang dapat dikatakan ‘sangat indah’ tentang keburukan dan kejelekan.

Dari lukisan inilah sebuah jalan menuju kehidupan yang berbeda terjadi pada para wanita keluarga Fisher. Dimulai dari rasa tertarik Heer van den Meer – salah satu pengusaha kaya penggemar karya-karya sang Master terhadap lukisan Gadis Jelek dang Bunga Liar, dan meminta Iris sebagai modelnya untuk bersedia menjadi pendamping putri tunggalnya. Clara – gadis cilik yang sangat cantik dan menawan, hidup dalam perlindungan ‘rumah-kaca’ dan pengawasan ketat sang ibu, Henrika van den Meer yang mementingan kesopanan, keteraturan dan ketenangan, hidup sebagai bocah manja yang kesepian namun cukup angkuh untuk menerima kehadiran Iris serta keluarganya.

Namun setelah beberapa waktu, akhirnya ketiga gadis cilik, Iris, Ruth dan Clara bisa saling menerima dan menjalin persahabatan yang cukup unik. Berbeda dengan Margarethe dan Henrika yang saling bertolak-belakang dan tak menyukai satu sama lain. Anehnya Margarethe yang sebelumnya selalu memperingatkan agar Iris dan Ruth selalu menjaga kelakuan mereka, bahkan saat masih tinggal di kediaman Master Luuykas Scoonmaker, mulai berani menantang kehendak Henrika. Kejadian ini disusul dengan kematian Henrika yang mendadak akibat kondisi kesehatannya yang mulai menurun saat kehamilan kedua. Kematian Henrika membuka jalan baru yang seakan-akan telah direncanakan oleh Margarethe demi kepentingan dirinya serta kedua anaknya.

Gregory Maguire mampu membangkitkan imajinasi melalui sebuah kisah drama yang melibatkan konflik antar manusia, pergulatan akan aspek psikologis pada anak-anak yang mengalami luka trauma masa kecil dan berjuang dalam beradaptasi di kehidupan yang cukup berat dalam dunia orang-orang yang lebih dewasa. Yang cukup menarik melalui karakter Iris, Ruth serta Clara, kita diajak untuk belajar memahami arti kehidupan,  dan gadis-gadia belia ini merupakan contoh perlakuan para orang tua yang tak memahami kebutuhan dasar mereka, sehingga mereka dipaksa menjadi lebih dewasa guna memahami dan membantu kebutuhan para orang tua masing-masing. Melalui sarana lukisan dalam kisah ini, pembaca turut diajak untuk menilai suatu kebenaran akan akhlak serta budi pekerti manusia. Sebagaimana kutipan pada awal postingan ini, suatu keindahan memiliki makna ganda, tergantung dari sudut pandang mana kita menilai.

Dengan menggunakan seting negara Belanda serta kepercayaan akan legenda serta dongeng Eropa, tentang iblis yang berwujud manusia kerdil, imp bahkan keberadaan ‘changeling’ mengingatkan diriku akan dongeng-dongeng ala Grimm Bersaudara yang mengandung makna ganda, kebenaran yang mengerikan, kejahatan dan kebusukan dibalik semua dongeng, memberikan peringatan keras pada kanak-kanak bahwa kehidupan nyata penuh dengan bahaya. Dan kisah ini walaupun menggunakan tokoh utama para gadis belia, sungguh kurang cocok sebagai bacaan anak-anak sebagaimana tersirat dalam sinopsis serta ilustrasi sampul yang cantik ini. Keindahan yang ditampilkan bukanlah ‘isi dan makna’ sebenarnya, dan dengan ending yang luar biasa, kisah ini meninggalkan pesan moral yang cukup dalam.

[ source ]
“Dalam hidup anak-anak, labu bisa berubah menjadi kereta kuda, tikus bisa menjadi manusia. Ketika beranjak dewasa, kita tahu bahwa yang sebenarnya lebih umum terjadi adalah manusia berubah menjadi tikus.” [ p. 2 ]
[ more about the author, books and related works, just check on here : Gregory Maguire |  Confessions of An Ugly Stepsiter | Movies Adaptation (2002) | on Wikipedia | on Goodreads ]

Best Regards,

* Hobby Buku * 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar