ALICE'S WONDERLAND

Translate

Sabtu, Juli 20, 2013

Books "UNHOLY NIGHT"

Books “MALAM (TAK) KUDUS”
Judul Asli : UNHOLY NIGHT          
Copyright © 2012 by Seth Grahame-Smith
Penerbit : Elex Media Komputindo
Alih Bahasa : Desy Natalia
 Editor : Alodia Yovita
Cetakan I : July 2013 ; 372 hlm
Rate : 4 of 5
“Seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa ; seorang pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan.” —Mazmur 33 : 16
[ source ]
Kisah “Malam Kudus” bukanlah sesuatu yang baru bagi diriku, karena telah diperkenalkan semenjak masa kanak-kanak, dan seiring dengan pertambahan usia, pemahaman akan makna serta pesan dibalik kisah tersebut  memberikan suatu kesan tersendiri yang cukup dalam bagi diriku. Mengenal sang penulis, Seth Grahame-Smith melalui karya terdahulunya : “Abraham Lincoln’s The Vampire Hunter” serta “Pride & Prejudice & Zombies” – sama sekali tidak memberikan kesan mendalam alih-alih justru jengkel karena ‘kreatifitasnya’ yang justru berkesan merusak makna sejarah dan penghargaan atas karya klasik yang sangat dikenal secara luas. 

Maka saat melihat bahwa buku terbarunya akan rilis, ada sejumlah keraguan yang sangat besar untuk ‘mengulangi’ pengalaman membaca karya penulis ini. Tetapi, karena diriku sudah menyatakan untuk tak akan menilai sebuah karya hanya dari penampilan luar, maka kucoba memberikan kesempatan sekali lagi untuk ‘berusaha’ menikmati karyanya. Sekaligus memuaskan rasa penasaran dirku, sejauh mana ia akan membawa kisah yang bukan saja klasik tetapi juga memiliki makna sangat dalam bagi umat manusia ...



Dan sungguh tepat pilihanku kali ini, karena ‘Unholy Night’ bisa jadi merupakan re-telling yang cukup berani dilakukan oleh sang penulis. Ia merubah total latar belakang sejarah sosok yang dikenal dan tercantum dalam sejarah selama berabad-abad, dengan tetap berpegang pada inti kisah kelahiran yang Juru Selamat, dan mengambil dan ‘melahirkan’ karakter-karakter unik yang sebelumnya hanya tampil sebagai ‘figuran’ dalam kisah bersejarah ini. Ini adalah kisah tentang kebenaran dan keberadaan sosok tiga orang majus yang dikenal sebagai Balthazar, Gaspar dan Melchyor, yang merupakan pengunjung pertama mengucapkan ‘selamat-datang’ pada bayi Sang Juru Selamat mengikuti jejak Bintang Timur. Namun kisah ini tidaklah sama persis seperti yang kita ketahui ...

Ketiga orang majus ini tak pernah saling mengenal sebelumnya. Mereka malahan sama sekali bukan sosok rohaniwan, melainkan tiga orang tahanan Raja Herodes yang sedang menantikan hukuman mati akibat ‘melanggar’ peraturan penguasa Yudea tersebut. Balthazar adalah pemuda tampan dan menarik yang lebih dikenal sebagai ‘Hantu dari Antiokia’ – sosok pencuri yang mampu memasuki kediaman siapa pun dan mengambil harta kaum bangsawan dan pengusaha, tanpa pernah tertangkap atau diketahui keberadaannya. Demikian pula dengan Gaspar – pria tinggi kurus dari Africa serta Melchyor – sang jago pedang asal Yunani, yang penampilannya sama sekali tidak mengesankan bahwa dirinya ahli bertarung yang tangguh, pendek dan gemuk serta pendiam.

Melalui karakter utama Balthazar, penulis mengungkapkan kebobrokan kondisi pemerintahan Kaisar Agustus – kemenakan Julius Caesar yang tewas dibantai oleh para anggota Senat yang dibentuknya sendiri. Perbedaan nyata kehidupan penduduk asli yang menjadi budak serta rakyat jelata akibat perluasan kekuasaan dan penerapan upeti kepada pihak Romawi, diperlihatkan pula melalui sosok Raja Herodes-penguasa Yudea yang bercita-cita menjadikan wilayah Jerusalem tidak kalah dengan Roma. Raja Herodes yang memiliki kesenangan ‘bermain-seks’ dengan gadis-gadis remaja, akhirnya terkena ‘kutukan’ penyakit menular yang mengerikan, yang bukan saja menyebabkan perubahan fisiknya yang menarik menjadi sosok menjijikan, tetapi juga membuat dirinya sangat kejam hingga mendekati kegilaan.

Ramalan ahli nujum akan kelahiran Penguasa baru yang akan menyingkirkan seluruh kerajaan lain di dunia, semula tak pernah ditanggapi, hingga sebuah Pertanda muncul dihadapannya : Bintang Terang, yang tampak oleh siapa pun, bertepatan dengan pelarian ketiga buronan yang merupakan musuh Romawi sekian lamanya. Dengan memadukan unsur ketegangan dan berbagai adegan seru, terutama saat perintah Herodes turun untuk ‘menghabisi’ seluruh anak di wilayah Yudea yang berusia dibawah 12 tahun, pelarian ketiga sosok buronan yang selalu memilih mata pencaharian sebagai pencuri serta perampok kaum berada, kini memiliki misi lain setelah pertemuan mereka dengan Yusuf dan Maria. Adalah Balthazar yang berperan sebagai pemimpin serta penggerak kelompok baru ini. Bukan saja ia mengetahui kondisi dan kegilaan Herodes, ia juga mendapat ‘desakan’ nurani yang tak jelas, berkaitan dengan masa lalu yang memberikan luka-menganga dalam hatinya.

Sang ‘Hantu dari Antiokia’ lahir ketika sebuah peristiwa mengerikan terjadi pada pemuda ceria tersebut, merubah mimpi akan masa depan dan merenggut kebahagian dalam dirinya. Semenjak itu, Balthazar dibayangi oleh dendam kesumat yang semakin lama semakin membara, disertai rasa bersalah bagai jurang dalam tak berdasar menggayuti dirinya. Disertai legenda dan hikayat kekuatan supranatural dengan menghadirkan sosok sang magu yang dikirim langsung oleh Kaisar Agustus, perlawanan kekuatan fisik manusia serta perang antar pengikut Abraham serta pasukan Romawi, serangan kawanan belalang yang mampu menghabisi pasukan bersenjata, sungguh kali ini penulis benar-benar mengerahkan kreatifitas yang patut diacungi jempol. Terlepas dengan adanya beberapa penyimpangan disana-sini, diriku menyukai penempatan karakter Balthazar yang menjadi pahlawan serta legenda baru dalam dunia literatur ala Seth Grahame-Smith ... (^_^)

Tentang Penulis :   
Seth Grahame-Smith, terlahir sebagai Seth  Jared Greenberg pada tanggal 4 Januari 1976, adalah seorang penulis asal Amerika, sekaligus penulis naskah dan produser film serta televisi. Pride & Prejudice & Zombies masuk dalam daftar bestseller versi New York Times termasuk Abraham Lincoln – The Vampire Hunter, sebuah parodi tentang kehidupan sosok Abraham Lincoln. Karya terbarunya Unholy Night, juga merupakan parodi dari kisah perjalanan tiga manusia suci yang dikenal sebagai Bathazar, Gaspar dan Melchyor saat mengunjungi kelahiran Yesus. Beliau juga terlibat dalam serangkaian acara televisi populer, diantaranya sebagai co-creator, kepala bidang penulisan dan eksekutif produser acara The Hard Times of RJ Berger yang tampil di MTV.

[ more about the author, books and related works, check on here : Seth Grahame-Smith | Pride & Prejudice & Zombies | on Wikipedia | Movie Adaptation ]

Best Regards,
Hobby Buku

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar